
Serang, (19/09/2025) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah ternyata menuai pro dan kontra di lapangan.
Salah satu sekolah yang menjadi sorotan publik adalah SDIT Al-Izzah Serang. Sejak beberapa hari terakhir, media sosial ramai membicarakan penolakan sebagian wali murid terhadap rencana pelaksanaan program tersebut di sekolah tersebut.
Di sisi lain, pihak Yayasan Al-Izzah tengah serius mempersiapkan dapur untuk mendukung MBG. Fasilitas penyimpanan bahan pangan, tenaga pengelola, hingga alur distribusi makanan sedang dibenahi agar pelaksanaan berjalan lancar.
Bahkan, sebelumnya Walikota Serang turut meninjau langsung kesiapan dapur MBG di lingkungan sekolah.
Namun, suasana sempat memanas ketika beredar kabar bahwa sejumlah wali murid menandatangani surat penolakan program MBG. Isu ini cepat menyebar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan hangat.
Publik banyak yang mempertanyakan faktor kualitas makanan, kesehatan, logistik, dan kekhawatiran lainnya. Supaya Polemik ini tidak terus berlanjut, pihak sekolah maupun pemerintah daerah perlu segera memberi penjelasan resmi agar isu ini tidak semakin berkembang liar.
Polemik ini pun memunculkan tanda tanya besar, sejauh mana dukungan dan penolakan terhadap MBG di SDIT Al-Izzah mewakili suara orang tua secara keseluruhan. Pasalnya, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah mengenai tindak lanjut atas penolakan tersebut.
Salah satu wali murid berhasil di temui awak media yang enggan menyebut namanya menyampaikan keluhannya tentang dapur MBG yang ada di lingkungan SDIT. “yg bikin takut itu dapurnya di dalem, jadi nanti gimana kelola sampah, sanitasi dan pekerjanya itu juga gimana distribusi keluar masuk lingkungan,” ujarnya.
Dengan terus berkembangnya diskusi di ruang publik, masyarakat menantikan klarifikasi resmi dan solusi yang mampu menjawab keresahan wali murid.
Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan gizi siswa, namun di lapangan, tantangan implementasi masih harus dicari jalan tengahnya.
Kini, ketegangan antara pihak yayasan dan wali murid masih berlanjut. Publik menanti langkah tegas dari sekolah maupun pemerintah daerah agar polemik MBG di SDIT Al-Izzah Serang menemukan jalan keluar yang adil bagi semua pihak.
