
TOPBANTEN – Tensi politik Timur Tengah kini merambah ke lapangan hijau. Qatar dikabarkan sedang melancarkan lobi besar-besaran agar UEFA mencoret Israel dari semua kompetisi sepak bola Eropa.
Keputusan krusial ini rencananya akan diambil dalam rapat Komite Eksekutif UEFA, Selasa mendatang, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashanah.
Menurut laporan Israel Hayom, upaya Qatar ini tampaknya membuahkan hasil. Mereka disebut telah mengantongi dukungan mayoritas dari 20 anggota pemilik suara.
Hanya segelintir negara yang kabarnya menolak usulan tersebut. Di sisi lain, para petinggi sepak bola Israel tengah berjuang keras agar isu ini tidak sampai di meja voting.
Lobi Qatar ini kian gencar setelah serangan Israel ke Doha pada 9 September lalu, yang menargetkan pemimpin Hamas. Serangan itu terjadi sehari setelah aksi penembakan di Yerusalem.
Jika keputusan skorsing ini benar-benar disetujui, dampaknya akan sangat besar. Timnas Israel akan terdepak dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah naungan UEFA. Klub-klub Israel, seperti Maccabi Tel Aviv yang akan berlaga di Liga Europa, juga secara otomatis akan tersingkir dari semua turnamen Eropa.
Seorang pejabat senior Asosiasi Sepak Bola Israel menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. “Kami bekerja keras di semua lini,” ujarnya kepada Israel Hayom.
Drama ini menunjukkan bagaimana olahraga, khususnya sepak bola, kembali menjadi arena di mana geopolitik global saling tarik-menarik.
