Friday, April 10Top Banten - Rujukan Paling Top Warga Banten
Shadow

Bontot, Kuliner Ikonik dari Pesisir Teluk Banten

TOPBANTEN (12/01/2026) – Halo Sobat TOPBANTEN. Kalau bicara soal kekayaan Provinsi Banten, memang tak ada habisnya. Selain panorama alamnya yang memukau, Banten juga dikenal dengan ragam kulinernya yang khas dan menggugah selera.

Provinsi yang berada di ujung barat Pulau Jawa ini resmi berdiri sebagai daerah pemekaran dari Jawa Barat sejak tahun 2002, dan sejak itu pula pesona kuliner Banten semakin dikenal luas.

Salah satu kuliner tradisional yang patut Anda coba saat berkunjung ke wilayah Serang dan pesisir Teluk Banten adalah bontot.

Sekilas mendengar kata bontot, mungkin pikiran Anda langsung tertuju pada “anak bungsu” dalam istilah sehari-hari. Namun, dalam konteks kuliner, bontot justru merujuk pada bentuk sajian kecil yang mungil, namun sarat cita rasa.

Makanan ini memiliki tampilan mirip dengan pempek atau otak-otak, dengan warna putih kecokelatan dan aroma khas ikan yang gurih. Teksturnya kenyal namun lembut, membuat siapa pun ketagihan setelah mencicipinya.

Bontot biasanya dibuat dari ikan bandeng muda atau hasil tangkapan laut segar yang kemudian dicampur dengan tepung terigu dan sedikit tapioka.

Adonan ini digiling halus menggunakan alat tradisional hingga lembut, lalu dibumbui dengan rempah pilihan. Setelah dibentuk memanjang, adonan dikukus beberapa jam hingga matang sempurna.

Saat akan disajikan, bontot biasanya digoreng terlebih dahulu hingga kecokelatan, lalu disantap hangat-hangat bersama sambal atau saus khas. Rasanya? Gurih, nikmat, dan bikin nagih!

Bontot bukan hanya jadi makanan sehari-hari warga pesisir Banten, tapi juga kerap dijadikan buah tangan oleh para pelancong.

Selain enak, camilan gurih ini juga kaya protein berkat kandungan ikan segarnya, sehingga cocok dikonsumsi oleh semua kalangan—mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Namun, karena bontot dibuat tanpa pengawet, daya tahannya terbatas. Jika disimpan di suhu ruang, bontot hanya bertahan sehari. Untuk membuatnya lebih awet, biasanya masyarakat menyimpannya di kulkas, atau mengolahnya kembali menjadi kerupuk ikan yang bisa tahan berbulan-bulan.

Konon, bontot awalnya hanya dibuat untuk konsumsi keluarga nelayan pesisir. Hasil tangkapan laut yang melimpah diolah menjadi makanan sehari-hari, tanpa ada niat untuk dijual.

Namun, seiring waktu, bontot menjadi kuliner khas Serang yang kini semakin populer, bahkan jadi oleh-oleh favorit wisatawan.

Jadi, kalau Anda berkunjung ke Banten, jangan lupa mencicipi bontot. Camilan sederhana berbahan ikan ini bukan sekadar makanan, tapi juga wujud tradisi turun-temurun masyarakat pesisir yang terus bertahan hingga kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *