
Untuk ketiga kalinya, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Serang sukses menerbitkan buku antologi karya para pendidik di Provinsi Bantem. Buku berjudul Membangun Iklim Pendidikan tersebut diluncurkan pada tanggal 17 Juni 2025 di sela-sela kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII Kota Serang. Kegiatan yang bertempat di Aula FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tersebu dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia.
“Ini nih bagus, guru-guru kreatif dan produktif,” ujar Nur Agis Aulia saat sesi foto bersama.
Peluncuran buku ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dan Ketua IGI Provinsi Banten. Acara dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri atas kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dosen, mahasiswa, dan peserta umum. Buku tersebut berisi praktik dan pemikiran para pendidik yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru dari jenjang SD, SMP, SKh, dan SMA/SMK.
“Peluncuran buku ketiga ini dilakukan tepat setahun dari peluncuran buku pertama, dilakukan di tempat yang sama,” ujar Ketua IGI Kota Serang, Sonny Rohimat. Sonny menyampaikan bahwa buku tersebut hadir sebagai wadah untuk saling berbagi, menginspirasi, dan memperkaya khazanah praktik pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.
“Kami berharap, apa yang tertulis di dalamnya dapat menjadi sumber ide dan motivasi bagi para pendidik lainnya, para pemangku kebijakan, orang tua, serta semua pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan,” pungkasnya.
Buku tersebut ditulis oleh 18 pendidik yang ada di Provinsi Banten. Dari Kota Seran gada Uyun Siti Syarifah, Tri Retno Wulan, Nazmatul Uyun, Andi Irfanha Ardhi, Membran Seprian, Akto Gunawan, Gina Amalia Fauziah, Ida Maryamah, dan Sonny Rohimat. Dari Kabupaten Serang terdapat nama Rizki Zakaria, Luda Sofiah, Wawan Setiawan, dan Muryani. Dari Kabupaten Lebak hadir nama Isak Isnain, Rusmiati, dan Fuad Aminur Rahman. Selain itu ada Wahyu Fatihah dari Cilegon dan Tri Kurnia Fatmawati dari Kota Tangerang Selatan.
“Menulis artikel dengan topik membangun iklim pendidikan menjadi pengalaman yang sangat bermakna dan berharga bagi saya. Proses ini tidak hanya memperluas wawasan saya tentang dinamika dunia pendidikan, tetapi juga membuka mata saya akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Ida Maryamah, pengawas satuan pendidikan jenjang SMP di Kota Serang yang turut ambil bagian menjadi penulis buku tersebut. Ia berharap melalui tulisan tersebut dapat turut berkontribusi dalam membangun kesadaran bersama akan perlunya kolaborasi semua pihak untuk menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan berdaya saing. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada IGI Kota Serang yang sudah menjembatani dirinya untuk mulai menulis lagi.
Hal senada diungkapkan oleh Andi Irfanha Ardhi, penulis yang merupakan guru SMA Negeri 6 Kota Serang.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya dapat berbagi tinta tulisan dengan IGI Kota Serang. Pada akhirnya, melalui tulisan itu, saya bersama rekan-rekan guru Ikatan Guru Indonesia, khususnya Kota Serang, ingin menjadi bagian dari sejarah kemajuan peradaban, bukan hanya sekedar penonton dan penikmat dari arus Sejarah,” ucap Andi. Ia juga berharap IGI Kota Serang menjadi rumah untuk tumbuh dan berkembang dalam menjawab segala tantangan di dalam iklim pendidikan Indonesia. “Bagi saya, menulis bukan sekedar menuangkan pikiran ataupun ide, tetapi goresan pena yang dengannya membuat kata mengalun menari berpuisi menebar pembuka ilmu,” pungkas Membran Seprian, guru SMA Negeri 6 Kota Serang lainnya yang juga menjadi tim penulis buku tersebut. Membran juga berterima kasih kepada IGI Kota Serang yang telah dan selalu mewadahi aspirasi guru menyampaikan suara aspirasi.
