
Pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (PP IGI) untuk masa bakti 2026–2031 yang akan digelar pada Musyawarah Nasional (Munas) IV IGI di bulan Januari 2026 diprediksi akan berlangsung sengit. Di tengah dominasi nama-nama besar dan upaya petahana Danang Hidayatullah untuk kembali memimpin, muncul satu nama yang berpotensi menjadi kuda hitam yang kuat: Sonny Rohimat, Ketua IGI Kota Serang dari “Tanah Jawara”, Banten.
Sonny Rohimat, meskipun baru memimpin IGI di level kota, memiliki rekam jejak yang solid dan dianggap telah membangun fondasi kepemimpinan yang matang, menjadikannya penantang serius dari luar lingkaran inti PP IGI.
🌟 Kapasitas Lokal, Visi Nasional
Kelayakan Sonny Rohimat untuk melompat dari tingkat kota ke panggung nasional IGI diukur dari tiga pilar utama: program kerja yang adaptif, kapasitas kolaborasi, dan advokasi isu guru.
Di bawah komando Sonny Rohimat, IGI Kota Serang dikenal sangat aktif dan adaptif terhadap kebijakan pendidikan terbaru. Pada tahun 2024 IGI Kota Serang secara cerdik menyelaraskan program pelatihannya, seperti Webinar Nasional Digdakser dan lokakarya, dengan kebutuhan praktis guru, yaitu menghasilkan sertifikat yang valid untuk diunggah di Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Ekinerja. Ini menunjukkan kemampuan memahami kebutuhan riil guru di lapangan dan kebijakan pemerintah.
- IGI Kota Serang juga menjadi yang pertama menyelenggarakan Pelatihan Teaching at The Right Level (TARL), bekerja sama dengan PP IGI dan Telkomsel. Keberhasilan dalam mengeksekusi program strategis nasional di tingkat daerah menunjukkan kapasitas manajerial yang tinggi.
Kepemimpinan Sonny tidak hanya berputar pada pelatihan, tetapi juga penguatan posisi tawar guru dan organisasi. Ia secara lantang menyuarakan harapan kepada pemerintah daerah, baik melalui audiensi dengan Dinas Pendidikan maupun Komisi II DPRD Kota Serang, terkait prioritas pengangkatan PPPK kategori P dan kesejahteraan guru honorer termasuk jenjang PAUD/TK. Komitmen pada isu kesejahteraan guru adalah modal krusial untuk memimpin IGI secara nasional.
- Sonny berhasil menjalin kemitraan dengan akademisi dan Perguruan Tinggi, seperti FKIP Untirta, bahkan sukses menjadi tuan rumah untuk event besar Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII. Jaringan yang luas ini penting untuk memimpin organisasi sebesar IGI.
Di samping program, Sonny juga fokus pada penataan internal organisasi. Ia telah melaksanakan Rakerda dengan tema ambisius “Membangun Organisasi Profesi Guru Daerah Berkelas Internasional” dan berhasil mengukuhkan Dewan Pakar Daerah yang diisi oleh akademisi dan pengembang kurikulum.
Keberhasilannya meluncurkan tiga buku antologi karya guru di Banten menunjukkan komitmen IGI Kota Serang untuk memfasilitasi guru berkarya, sejalan dengan semangat literasi yang terus didorong dalam dunia pendidikan.
🎯 Peta Persaingan Menuju Munas IV
Sonny Rohimat harus bersaing dengan sejumlah tokoh kuat lain yang digadang-gadang maju, termasuk nama-nama yang sudah lama malang melintang di internal IGI. Sebut saja nama petahana Danang Hidayatullah (Ketua Umum PP IGI saat ini) dan Abdul Wahid Nara (Wakil Ketua Umum PP IGI).
Selain itu, muncul pula nama Pangeran Gusti Surian (Kalimantan Selatan), Khairudin Budiman (Aceh), Aswin (Ketua IGI Provinsi Sumatera Selatan), serta Siti Amalia (Ketua IGI Kota Bogor).
Meskipun berasal dari pimpinan IGI di level kota, Sonny Rohimat membawa rekam jejak kepemimpinan yang operasional, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kompetensi dan advokasi guru. Kiprahnya membuktikan bahwa kepemimpinan yang efektif dan adaptif dapat lahir dari daerah, dan inilah yang mungkin dibutuhkan IGI di masa depan.
Dengan Tanah Jawara sebagai basis kekuatannya, Sonny Rohimat layak diperhitungkan sebagai penantang serius yang membawa janji perubahan, fokus pada isu-isu praktis guru, dan penguatan kemitraan untuk PP IGI 2026–2031. Munas IV IGI akan menjadi ajang pembuktian, apakah IGI siap dipimpin oleh semangat baru dari daerah.
