
TOPBANTEN.COM – Bus yang membawa rombongan SMK Lingga Kencana Depok terguling di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu 11 Mei, pukul 18.45 WIB.
Menurut keterangan Wali Kota Depok Mohammad Idris, bus yang membawa rombongan SMK Lingga Kencana Depok tersebut bukan dari sekitar Depok.
Idris mengatakan, bus yang digunakan SMK Lingga Kencana Depok untuk perpisahan tersebut sudah menjadi langganan sekolah.
BACA JUGA: 11 Orang Meninggal, Bus yang Bawa Rombongan Pelajar SMK Lingga Kencana Depok Sudah Kedaluwarsa
“Bus pariwisata ini kalau enggak salah bukan dari sekitar Depok, karena memang ini langganan mereka di perusahaan ini sudah ada MoU,” kata Idrus, Minggu 12 Mei 2024, dikutip TOPBANTEN.COM dari lam resmi Pemerintah Kota Depok di website @berita.depok.go.id.
Mengenai pernyataannya tersebut, Idrus menekankan, hal tersebut sedang diproses oleh kepolisian mengenai bus yang digunakan untuk acara perpisahan.
“Nanti kepolisian yang akan mengindetifikasi semuanya,” ungkapnya.
Kecelakaan yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia, kata Idrus, hal ini menjadi bahan evaluasi penting agar tidak terjadi hal yang serupa di kemudian hari.
“Masalah ke depan perlu koordinasi memang dengan sekolah-sekolah di Kota Depok karena ini juga terkait dengan masalah koordinasi dengan masalah transportasi,” tegasnya.
“Dan memang harus kolaborasinya tidak hanya Depok sendirian, tetapi harus sama-sama, pelajaran juga ini mungkin dievaluasi untuk pemerintah pusat, tentunya yang bisa mengoordinasi ini semua,” sambungnya.
Ia juga berharap, ke depannya bus pariwisata yang akan digunakan dalam kegiatan sekolah harus lolos KIR atau diulang kembali KIR-nya sebelum berangkat.
“Misalkan SOP setiap bus pariwisata harus lolos KIR atau diulang kembali KIR-nya sebelum berangkat, seperti itu, nah ini bisa dilakukan kalau memang ini dari pusat, karena ini kan lintas wilayah seperti itu,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengirim sebanyak 34 mobil jenazah dan ambulans setelah mendengar terjadinya kecelakaan tersebut.
Sebanyak 4 orang mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan khusus karena mengalami patah tulang rusuk dan harus dilakukan bedah syaraf.***
